<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Publishing DTD v1.1d1 20130915//EN" "JATS-journalpublishing1.dtd">
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink">
  <front>
    <journal-meta id="journal-meta-1">
      <journal-id journal-id-type="nlm-ta">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="publisher-id">Universitas Muhammadiyah Sidoarjo</journal-id>
      <journal-id journal-id-type="journal_submission_guidelines">http://ojs.umsida.ac.id/index.php/IJCCD</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>UMSIDA Article Template 1 (Indonesian)</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn publication-format="print"/>
    </journal-meta>
    <article-meta id="article-meta-1">
      <article-id pub-id-type="doi">10.21070/rem.v%vi%i.891</article-id>
      <title-group>
        <article-title id="at-acc6b0d3d247">Analysis Performance Test of the Steering System, Transmission, and Braking System in The Urban Concept Electric Car Warok V.1.1</article-title>
        <trans-title-group>
          <trans-title>Analisa Uji Performasi Sistem Kemudi, Transmisi, dan Sistem Pengereman pada Mobil Listrik Tipe Urban Concept Warok V.1.1</trans-title>
        </trans-title-group>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-906d01adb3e7">
            <surname>Trisnadi Putra</surname>
            <given-names>Wawan</given-names>
          </name>
          <email>wawantrisnadi@gmail.com</email>
          <xref id="x-86f9d1f2c14b" rid="a-1bf7bc106bcc" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-b43372f44ced">
            <surname>Malyadi</surname>
            <given-names>Muh.</given-names>
          </name>
          <xref id="x-667095044005" rid="a-1bf7bc106bcc" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name id="n-243471b53557">
            <surname>Rahmatul Iza</surname>
            <given-names>Alisa</given-names>
          </name>
          <xref id="x-27aa72877605" rid="a-1bf7bc106bcc" ref-type="aff">1</xref>
        </contrib>
        <aff id="a-1bf7bc106bcc">
          <institution>Fakultas Teknik , Program Studi Teknik Mesin, Universitas Muhammadiyah Ponorogo</institution>
          <addr-line>Ponorogo , Indonesia , 081297575320</addr-line>
          <country>Indonesia </country>
        </aff>
      </contrib-group>
      <volume>5</volume>
      <issue>1</issue>
      <fpage>27</fpage>
      <permissions>
        <copyright-year>2020</copyright-year>
      </permissions>
      <abstract id="abstract-1acbc2b0dddc">
        <title id="abstract-title-e2beaf06a910">Abstract</title>
        <p id="paragraph-e83b2fa60409"> This study aims to test the performance of the steering system, transmission, and electric braking system of the Urban Concept Warek V.1.1 type. The basic assumption of electricity is designed with the Urban Concept type (four vehicles like the current car) which is adjusted to the regulations for the Energy Saving Petite Contest (KMHE), which is held by the Indonesian government through the Ministry of Research, Technology and Higher Education.</p>
        <p id="paragraph-2">In the steering system design using the Ackerman type steering system, the transmission system uses a chain deive differential while the braking system uses hideelik discs. In the test results, the steering system has a maximum turning angle of 45 ° with a radius of less than 6 meters, for the transmission system in the test engine rotation speed (n,) is 589,867 rpm and electric meter rotation is 642.6 rpm with average speed - Average. 53 km / hour. The amount of deceleration of the braking system is 4.901 and 1.47 s for the braking time.</p>
      </abstract>
      <abstract id="abstract-6dfd63cdbe2b">
        <title id="abstract-title-dd8dfde7b919">Abstrak</title>
        <p id="p-a88dc77af690">Penelitian ini bertujuan melakukan uji performasi sistem kemudi, transmisi, dan sistem pengereman mobil listrik Tipe <italic id="emphasis-1">Urban</italic><italic id="emphasis-2"> Concept </italic>Warok V.1.1. Asumsi dasar mobil listrik dirancang dengan tipe <italic id="emphasis-3">Urban Concept </italic> (Kendaraan roda empat seperti mobil saat ini) yang disesuaikan dengan regulasi Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE), yang diselenggarakan pemerintah Indonesia melalui Kemenristekdikti.</p>
        <p id="clipboard_property">Pada rancangan sistem kemudi menggunakan sistem kemudi berjenis <italic id="emphasis-4">ackerman, </italic> sistem transmisi menggunakan <italic id="emphasis-5">chain drive differential </italic> sedangkan sistem pengereman menggunakan cakram hidrolik. Pada hasil pengujian sistem kemudi memiliki sudut belok maksimum adalah 45  dengan radius belok kurang dari 6 meter, untuk sistem transmisi pada pengujian kecepatan putaran mesin roda belakang ( ) adalah 589,867 rpm dan putaran motor listrik 642,6 rpm dengan kecepatan rata – rata 53 km/jam. Besarnya perlambatan sistem pengereman adalah 4,901   dan 1,47 s untuk waktu pengeremannya</p>
      </abstract>
      <kwd-group id="kwd-group-1">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Performation</kwd>
        <kwd>Steering System</kwd>
        <kwd>Transmission</kwd>
        <kwd>Braking System</kwd>
      </kwd-group>
      <kwd-group id="kg-583a7677e5fa" xml:lang="id-Latn">
        <title>Keywords</title>
        <kwd>Performasi</kwd>
        <kwd>Sistem Kemudi</kwd>
        <kwd>Transmisi</kwd>
        <kwd>Sistem Pengereman</kwd>
      </kwd-group>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec>
      <title id="t-4ccf393098f2">Pendahuluan</title>
      <p id="p-c4d847456c0a">Mobil Listrik pertama kali diperkenalkan oleh Robert Aderson dari Skotlandia pada tahun 1832-1839, namun pada saat itu bahan bakar minyak (BBM) relatif mudah didapat dengan harga murah dan ketersediaannya masih melimpah, sehingga masyarakat dunia masih cenderung mengembangkan motor bakar yang menggunakan BBM<xref id="x-b9b095e2db92" rid="R97243921124787" ref-type="bibr">1</xref> . Saat ini harga BBM yang semakin mahal dan cadangannya menjadi sangat terbatas serta sulit dikendalikan untuk masa yang akan datang. <xref id="x-38ec14b5cb2e" rid="R97243921124794" ref-type="bibr">2</xref> </p>
      <p id="paragraph-3">Tim Samandiman Umpo merupakan tim riset mobil hemat energi yang berfokus untuk mengembangkan kendaraan listrik dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Tim Samandiman Umpo memiliki komitmen untuk dapat ikut berkontribusi aktif dalam meriset kendaraan berbasis energi listrik, yang irit, aman, serta ramah lingkungan. Pada tahun 2019 kemarin Tim Samandiman Umpo berpartisipasi dalam perlombaan Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang diselenggarakan oleh Belmawa RistekDikti dan bertempat di Universitas Negeri Malang.<xref id="x-25539f9959bf" rid="R97243921144557" ref-type="bibr">3</xref>  Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu : (i) mengetahui hasil radius belok mobil <italic id="e-406c871e0bbc">urban concept </italic> pada rancangan sistem kemudi saat mobil melakukan maneuver; (ii) mengetahui hasil pengujian percepatan dan kecepatan mobil dengan menggunakan perancangan transmisi yang dipilih; (iii) mengetahui jarak dan perlambatan yang dibutuhkan mobil saat melakukan pengereman dengan berbagai kondisi jalan.</p>
      <p id="p-b6813c0f591f">Sistem kemudi adalah sistem yang berfungsi untuk mengendalikan arah kendaraan sesuai dengan kehendak pengemudi, serta kendaraan harus dapat dikendalikan dengan mudah agar roda tidak terseret saat kendaraan sedang berbelok dengan cara membelokkan roda depan pada kendaraan<xref id="x-c54bdb6b18c8" rid="R97243921144561" ref-type="bibr">4</xref> . Sistem kemudi sering digunakan pada kendaraan yang memungkinkan kapal (kapal, perahu) atau kendaraan (mobil, sepeda motor, dan sepeda).<xref id="x-f1dfa8ee8547" rid="R97243921144764" ref-type="bibr">5</xref> . Sistem kemudi dirancang agar tidak terjadi kontak antara ban dengan badan kendaraan atau <italic id="e-eaa915352c95">chassis </italic> kendaraan itu sendiri. <italic id="e-85dc8d757301">Cara</italic> kerjanya bila <italic id="e-0239a98fee9d">steering wheel </italic> (roda kemudi) diputar, <italic id="e-f76f5de3acb4">steering coulumn </italic> (batang kemudi) akan meneruskan tenaga putarnya ke <italic id="emphasis-6">steering gear </italic> (roda gigi kemudi), <italic id="emphasis-7">steering gear</italic> memperbesar putaran ini sehingga dihasilkan momen yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui <italic id="e-429d13843bd9">steering lingkage.<xref id="x-a7efb47c18a9" rid="R97243921144766" ref-type="bibr">6</xref>  .Berdasarkan tenaga yang digunakan pada sistem kemudi, terdapat dua tipe, salah satunya adalah sistem kemudi konvensional atau <italic id="e-715e1e8f2e75">Manual Steering.</italic> Berdasarkan jumlah roda yang bergerak salah satu jenisnya adalah sistem kemudi penggerak roda dua atau biasa disebut <italic id="e-ee5c7c77ebfe">power steering <xref id="x-a73848d6c841" rid="R97243921144772" ref-type="bibr">7</xref> </italic>. Mekanisme power steering yang sering digunakan yaitu <italic id="e-f9f4bdee85c6">hydraulic power steering</italic> dan <italic id="e-dff2538e3f08">electrical power steering</italic> <xref id="x-15e31f9f6e4c" rid="R97243921144773" ref-type="bibr">8</xref> [8].</italic></p>
      <fig id="f-857ec3d9288f" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 1 </label>
        <caption id="c-1edf381f052b">
          <title id="t-1577cefdfd18">Konsep dasar sistem kemudi ackerman</title>
        </caption>
        <graphic id="g-d4ab7bcea8c8" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/5d7d5d69-b5ee-4d84-91b0-e509c5d74910-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-09706f6c6b93">Sistem kemudi yang digunakan berjenis ackerman. Berikut ini komponen yang telah di gunakan pada sistem kemudi :<italic id="e-501aaa8bf342"/></p>
      <list list-type="order">
        <list-item id="list-item-1">
          <p>Pipa Stainlesssteel untuk tierod</p>
        </list-item>
        <list-item id="list-item-2">
          <p>Rodend bearing </p>
        </list-item>
        <list-item id="list-item-3">
          <p>Piloow bearing </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="p-cc254507a8af"> Dari parameter diatas maka terlebih dahulu kami menentukan sudut putar roda luar dan dalam ketika berbelok dengan menggunakan perhitungan rumus :</p>
      <p id="p-c888336a8c1c"> <inline-formula id="if-d2ccde098ea5"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mrow><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo> </mml:mo></mml:mrow><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mi>L</mml:mi><mml:mrow><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>+</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mi>t</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-aeee53dac88b"><inline-formula id="if-b5f92c17cd23"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mi>L</mml:mi><mml:mrow><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mi>t</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-34cfe2bc6a13">Sudut radius belok kanan dan sudut radius belok kiri<xref id="x-66f949d4ebef" rid="R97243921144785" ref-type="bibr">9</xref>  </p>
      <p id="p-44dbba1944f5">Dimana :</p>
      <p id="p-882812fa14cb">L : <italic id="e-2d69bc679414">Wheelbase</italic></p>
      <p id="paragraph-4">t : <italic id="e-33d473efab21">trackwidth</italic></p>
      <p id="paragraph-5">R : Radius belok</p>
      <p id="paragraph-6">Ò : Sudut dalam Belok Roda kanan</p>
      <p id="paragraph-7">Ó : Sudut dalam Belok Roda Kiri</p>
      <fig id="f-36106649e708" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 2 </label>
        <caption id="c-e6881128c33a">
          <title id="t-f2c9513fbd57">Sudut belok roda dalam dan luar</title>
          <p id="p-a7f4eeff4f49">Sistem transmisi merupakan sebuah sistem yang terdapat dalam suatu kendaraan yang pada umunya terdapat pada mobil</p>
        </caption>
        <graphic id="g-5400793243b9" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/c5113753-c734-4a7d-92dd-df367148cdba-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-bd5223f3f62e">Sistem transmisi merupakan sebuah sistem yang terdapat dalam suatu kendaraan yang pada umunya terdapat pada mobil. Transmisi sendiri adalah sebuah komponen di dalam mobil yang berfungsi untuk menghubungkan daya dari putaran (kecepatan) mesin dengan roda belakang sehingga dapat diteruskan ke penggerak belakang. Selain fungsi tersebut transmisi juga sangat berpengaruh terhadap laju kendaraan, dikarenakan pada penghubung daya yang dalam perancangan rasio giginya dapat sesuai antara daya mesin dan beban berat kendaraan<xref id="x-4934bbdb1ccf" rid="R97243921144858" ref-type="bibr">10</xref> . Secara umum, transmisi dibedakan menjadi tiga yaitu : (i) Transmisi sabuk-puli (<italic id="e-719775e09adf">belt and pulley), </italic> (ii)<italic id="e-b87b0d21beb7"> </italic> Transmisi poros langsung (<italic id="e-b36434117ed7">direct coupled</italic>), (iii) Transmisi rantai-sproket (<italic id="e-6d4b789ab482">chain and sprocket</italic>) <xref id="x-0c947aac0503" rid="R97243921144876" ref-type="bibr">11</xref> .</p>
      <p id="p-4378d1a234b5">Dalam perancangan sistem transmisi pada mobil ini tenaga yang diperoleh dari mesin harus dapat memutar roda belakang, sehingga menggunakan <italic id="e-6f439df11d09">Chain Drive Differential </italic> untuk mengubah momen mesin tanpa menggunakan perbandingan <italic id="e-6da8e857e2c9">sprocket gear </italic> dan menggunakan kopling <italic id="e-714e6132c14b">freewheel. </italic> Dapat dilihat gambar di bawah ini yang merupakan susunan sistem transmisi atau sistem pemindah daya yang diterapkan pada mobil Warok V.1.1</p>
      <fig id="f-34dfdd143671" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 3 </label>
        <caption id="c-2ce1cd358b85">
          <title id="t-50cb12296eca">Rangkaian SistemTransmisi</title>
        </caption>
        <graphic id="g-31b1760848a9" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/ba8bf937-823f-42be-81b4-4b24127bcd6d-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-28f3e7a61195">untuk mendapatkan kecepatan putaran mesin dengan kecepatan roda sesuai dengan apa yang diinginkan maka dapat dicari dengan rumus sebagai berikut : </p>
      <p id="p-8250f0039eaf">  <inline-formula id="if-eac594e12875"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>V</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>1000</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>60</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi mathvariant="normal">π</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi mathvariant="normal">d</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>3600</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-c1b98988a654">Dimana </p>
      <p id="p-2e0acc36ff52">n : putaran mesin (rpm)</p>
      <p id="p-ab5b77a710b2">V : Kecepatan (m/s)</p>
      <p id="p-96fbfd0e6823">π : phi</p>
      <p id="p-8e91f13c6f59">d : Diameter roda (mm)</p>
      <p id="p-e40d46d3f26f">Dan untuk mendapatkan perhitungan kecepatan roda belakang adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="p-096a6673abe5">Perbandingan roda gigi akhir = <inline-formula id="if-157abf4b7f20"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-1b4d7f2e416d"><inline-formula id="if-96f06b1b2c07"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi></mml:math></inline-formula> <xref id="x-39cb01bf9a90" rid="R97243921144785" ref-type="bibr">9</xref> </p>
      <p id="p-ca999cc1a9a8"> i = rasio gear (40:36)</p>
      <p id="p-7da94afacff0">Jika perhitungan tersebut ditemukan sehingga dapat menghitung kecepatan roda belakang dengan menggunakan rumus :</p>
      <p id="p-a6001d5c8ca9">
        <italic id="e-320d2182614d">V<sub id="subscript-1">max </sub> =(i x 2 )(π x d ) Rpm<xref id="x-8d9bb401ee52" rid="R97243921144785" ref-type="bibr">9</xref> </italic>
      </p>
      <p id="p-458193cb4b25">Sistem pengereman merupakan suatu mekanisme yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan dalam kondisi segala medan baik dalam medan yang mudah maupun medan yang terjal, dalam kondisi datar maupun dalam kondisi pada bidang miring, selain itu sistem pengereman juga berfungsi untuk menghentikan kendaraan dalam jarak atau waktu yang memadai untuk kendaraan dapat berhenti dengan cara terkendali atau terarah.<xref id="x-32f4046d3e74" rid="R97243921144878" ref-type="bibr">12</xref>  </p>
      <p id="p-7b4950d8d764"/>
      <fig id="f-6f641cdd94f6" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 4 </label>
        <caption id="c-ec387c24a5c9">
          <title id="t-45ee89a8c3dd">Skema Sistem Rem Mobil<xref id="x-e721ac8d11b9" rid="R97243921144889" ref-type="bibr">13</xref> </title>
        </caption>
        <graphic id="g-9abbe9898a38" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/daed3515-4454-4773-8fa0-ea4c9debf768-uimage.png"/>
      </fig>
      <fig id="f-cc741f145e87" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 5 </label>
        <caption id="c-0f2cba874558">
          <title id="t-028e2cce9793">Ilustrasisistem rem</title>
        </caption>
        <graphic id="g-ba23f0ca0ba1" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/bbcabb72-91d9-4f29-ae1d-70ca91ba8c69-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-852687d52aa4">Dalam mementukan perlambatan yang terjadi dan waktu pengereman yang dibutuhkan sudah dapat diketahui dengan beberapa hasil perhitungan gaya, rumus tersebut adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="p-443450a34277">Perlambatan :</p>
      <p id="p-66d5fc4f2e9d"><inline-formula id="if-e2e50b4a4aa5"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mo>-</mml:mo><mml:msubsup><mml:mo largeop="true">V</mml:mo><mml:mn>2</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mo>=</mml:mo><mml:msubsup><mml:mo largeop="true">V</mml:mo><mml:mn>0</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi>s</mml:mi></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-beff1d2effec"><inline-formula id="if-5a229cccfe18"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msubsup><mml:mi>V</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mrow><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mi>s</mml:mi></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> <xref id="x-08f9e94860e3" rid="R97243921144785" ref-type="bibr">9</xref> </p>
      <p id="p-43902f5ee5f5">V<sub id="s-ed03190d28d2">1</sub>: kecepatan yang telah ditentukan (m/s) </p>
      <p id="p-4baf78c74bc4">V<sub id="s-65f6c0fe0681">0</sub>: kecepatan awal (m/s)</p>
      <p id="p-804dee18a1f0">s : jarak (m)</p>
      <p id="p-389943ff503c">α : perlambatan (m/ )</p>
      <fig id="f-95312fea1867" orientation="portrait" fig-type="graphic" position="anchor">
        <label>Figure 0 </label>
        <graphic id="g-645133e7b9df" xlink:href="https://typeset-prod-media-server.s3.amazonaws.com/article_uploads/417ed0b2-e106-4072-a669-2439f1806b23/image/5a989a48-3beb-42cb-b3e8-4d7635fb1be4-uimage.png"/>
      </fig>
      <p id="p-915e35485fed">Waktu pengereman :</p>
      <p id="p-bacf45899685"><inline-formula id="if-5489a6c6cf26"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>V</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:msub><mml:mi>V</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn></mml:msub><mml:mo>+</mml:mo><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>t</mml:mi></mml:math></inline-formula> <xref id="x-ca8988b1a0d1" rid="R97243921144785" ref-type="bibr">9</xref> </p>
      <p id="p-78b02f292f76"><italic id="e-ef21fab167b5">V </italic> : Kecepatan (m/s)</p>
      <p id="p-111080a302af"> V<sub id="s-e59fb984ae8d">0</sub> : Kecepatan awal (m/s)</p>
      <p id="p-77f89a31bcbc">α : Perlambatan (m/s<sup id="superscript-1">2</sup> )</p>
      <p id="p-14bc8881455b">t : Waktu (s)</p>
      <p id="p-cfdf691d2c70"/>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-d163f0f59791">Metode</title>
      <p id="p-1ebaef1bb9cc"> Untuk pemecahan masalah berikut langkah langkah yang akan dilakukan :</p>
      <list list-type="order">
        <list-item id="li-a0783ca8206b">
          <p>Identifikasi Masalah </p>
        </list-item>
      </list>
      <p id="p-a8c53d3ac6c2">Identifikasi masalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang permasalahan dilapangan pada dunia otomotif. Permasalahan tersebut dapat diasumsikan menjadi masalah yang akan diselesaikan untuk mencapai tujuan penelitian</p>
      <p id="p-e717d3e07fc8">2. Kajian Pustaka</p>
      <p id="p-808aa1d7e675">Kajian pustaka dilakukan dengan cara mencari dan mempelajari referensi teks, paper, jurnal, buku serta literatur lain yang terkait untuk dapat mempermudah dalam penelitian.</p>
      <p id="p-9fa2ad807246">3.Pengumpulan Data</p>
      <p id="p-f7c02e0385d8">Metode yang dilakukan dalam pengumpulan data Sadalah dengan mengadop regulasi pada standarisasi mobil listrik <italic id="e-54f11e21222e">urban concept </italic> yang telah di tetapkan oleh KMHE (Kontes Mobil Hemat Energi). Dengan mengacu pada standard tersebut dapat dilakukan penelitian terhadap object tersebut mengenai uji kelayakan, dan yang akan diperoleh dari penelitian tersebut adalah bagaimana hasil perkembangan dari mobil listrik tipe<italic id="e-d90ec7cf0db5"> urban concept </italic> tersebut.</p>
      <p id="p-e326321b6f21">4. Input Data Perhitungan</p>
      <p id="p-5c665d4f239d">Memberikan input data perhitungan berupa sudut belok kemudi, kecepatan dan percepatan transmisi, dan gaya yang diperoleh saat pengereman sesuai dengan laporan desain dengan standart regulasi KMHE.</p>
      <p id="p-e276d9634eb7">5. Perhitungan Sistem Kemudi, Transmisi, dan Pengereman </p>
      <p id="p-dbc7eec6315d">Perhitungan data diperoleh rumus dari Buku Sularso dan Kiyokatsu Suga, <italic id="e-b7a6d6ad3964">“Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin”. </italic> Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi terhadap performa hasil perancangan mobil listrik tipe <italic id="e-1618c04d8953">urban concept </italic> “Warok V.1.1”.</p>
      <p id="p-c73666817f96">6. Fabrikasi atau Pembuatan</p>
      <p id="paragraph-8">Tahap ini dilakukan dengan mengacu pada gambar kerja dari hasil proses perancangan.</p>
      <p id="p-aec3f1d74ec1">7. Uji Coba Sistem Kemudi, Transmisi dan Pengereman.</p>
      <p id="p-2006d5591d69">Metodi ini dilakukan untuk memperoleh hasil dari perancangan dan perhitungan. Apabila ada hal hal yang tidak sesuai, maka akan dilakukan perbaikan atau perhitungan ulang.</p>
      <p id="p-378d8b1fa15d">8. Analisi Hasil Uji Coba</p>
      <p id="p-d753a7068c86">Hasil ini akan ditabulasikan, diolah dan dianalisis.</p>
      <p id="p-5d718db0111e">9. Kesimpulan</p>
      <p id="p-ae641f5a7a9f">Menyimpulkan atas hasil perhitungan, uji coba, dan analisis.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-d358112e4f40">Hasil dan Pembahasan</title>
      <p id="p-82405a5bc109"> <bold id="s-fb358227b9c9">Hasil Perancangan dan Perhitungan Sistem Kemudi</bold></p>
      <p id="p-41355fcacf13">Perhitungan sudut putar roda luar dan dalam ketika berbelok <bold id="strong-2"/></p>
      <p id="p-f45c08de3a13"><inline-formula id="if-95bd6d076ab5"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mi>L</mml:mi><mml:mrow><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>+</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mi>t</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-28cd8c402abd"><inline-formula id="if-2f3e41464745"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mi>L</mml:mi><mml:mrow><mml:mi>R</mml:mi><mml:mo>-</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mi>t</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-c7940e15fa76"><inline-formula id="if-ce027ea5a564"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>60</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>6</mml:mn><mml:mo>+</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>8</mml:mn></mml:mrow><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-0dcb22fd308a">= tan<sup id="s-42e53513ae19">-1 </sup> 0.231</p>
      <p id="p-477f7d1246bd">Ò = 13<sup id="s-e4deedc8d255">o</sup></p>
      <p id="p-ca5821181023"><inline-formula id="if-4599321989c0"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mover><mml:mi>O</mml:mi><mml:mo>˙</mml:mo></mml:mover><mml:mo>=</mml:mo><mml:msup><mml:mi>tan</mml:mi><mml:mrow><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>1</mml:mn></mml:mrow></mml:msup><mml:mfenced><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>60</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>6</mml:mn><mml:mo>-</mml:mo><mml:mstyle displaystyle="true"><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>1</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>8</mml:mn></mml:mrow><mml:mn>2</mml:mn></mml:mfrac></mml:mstyle></mml:mrow></mml:mfrac></mml:mfenced></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-97818343ad21">= tan<sup id="s-7b7ea3c427f2">-1 </sup> 0.31</p>
      <p id="p-9c4982ce7ac4">Ó = 17,5<sup id="s-ce9c916491a0">o </sup></p>
      <p id="p-0efc724044cb"/>
      <p id="p-481cfb641e29">
        <bold id="s-e23921c5d77e">Hasil Perancangan dan Perhitungan Sistem Transmisi</bold>
      </p>
      <p id="p-2ef37c3974cb">Untuk mendapatkan kecepatan putar roda belakang yang sesuai kebutuhan lomba dan mampu melaju pada kecepatan 45 km/h dilakukan perhitungan mundur dari kecepatan yang  diinginkan.  Karena desain mesin yang kami gunakan tidak memakai perbandingan roda gigi, maka untuk mendapatkan kecepatan putar mesin dengan kecepatan roda yang diinginkan dicari dengan rumus sebagai berikut.<bold id="s-fcfee796cfa9"> </bold></p>
      <p id="p-5ee777fc7568">
        <inline-formula id="if-ac4c086b4b39"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>V</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>1000</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>60</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi mathvariant="normal">π</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi mathvariant="normal">d</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>3600</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-77ca96387c62">Dengan diameter roda yang digunakan adalah 40 cm.</p>
      <p id="p-cd162efd1c16"><inline-formula id="if-7264aa535753"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>n</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>45</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>1000</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>60</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>3</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>14</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>0</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>4</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>3600</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac><mml:mo>=</mml:mo><mml:mn>597</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>134</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-0b96d3e34e41">Perbandingan roda gigi diferensial yang kami gunakan adalah 40T untuk roda gigi <italic id="e-64f62490f064">ring gear</italic> dan 36T untuk roda gigi motor listrik. Karena <italic id="e-f965652d490c">spare part</italic> yang kami gunakan adalah bagian dari <italic id="e-af18db7a4c20">differential</italic> Viar Karya 200. </p>
      <p id="p-2171f5a22a6a">Sehingga untuk perhitungan kecepatan roda belakang adalah sebagai berikut :</p>
      <p id="p-57eaaa62f10d">
        <inline-formula id="if-f220d5079515"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>n</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>e</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi></mml:mrow><mml:mrow><mml:mi>j</mml:mi><mml:mi>u</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mi>h</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>d</mml:mi><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>g</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>m</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>o</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>l</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>s</mml:mi><mml:mi>t</mml:mi><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>i</mml:mi><mml:mi>k</mml:mi></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-210f215ecfea">jika,  <inline-formula id="if-e1a389952b0c"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>1</mml:mn></mml:msub><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:msub></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-220284d95e85"> i = rasio gear (40:36)</p>
      <p id="p-e76f903fecd8">n<sub id="s-bc8ad47593ff">1</sub>= 597.134 rpm<sub id="subscript-2"> </sub></p>
      <p id="p-8a563edb8262"><inline-formula id="if-27923d97da23"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:msub><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mn>40</mml:mn><mml:mn>36</mml:mn></mml:mfrac><mml:mo>×</mml:mo><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>1</mml:mn></mml:msub></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-5d90b2f9044a"> <inline-formula id="if-d3e4eae46222"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:msub><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mn>40</mml:mn><mml:mn>36</mml:mn></mml:mfrac><mml:mo>×</mml:mo><mml:mn>597</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>134</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>r</mml:mi><mml:mi>p</mml:mi><mml:mi>m</mml:mi></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-2f05302f9102">n<sub id="s-f49ff1440a17">2</sub> = 656,847 rpm</p>
      <p id="p-69c2f913710c">maka <inline-formula id="if-360d7f75c4dc"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>1</mml:mn></mml:msub><mml:msub><mml:mi>n</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:msub></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-d8a51b2fc102"><inline-formula id="if-51cef8e4f8ed"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>i</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>597</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>134</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>656</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>847</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-883bfc1e3250">i = 0.90</p>
      <p id="p-858899ac9cc5">Sehingga kecepatan roda belakang dapat dihitung melalui rumus </p>
      <p id="p-12b114b2adb4">
        <italic id="e-93542159dfe2">V<sub id="s-a4b0b38b0382">max </sub> =(i x 2 )(π x d ) Rpm</italic>
      </p>
      <p id="p-01547761cc71">
        <italic id="e-dc360ef50a6c">V<sub id="s-4aa26007dfab">max = (0.90 x 2) <italic id="e-50d0971ec410">(π x 0.4 )597.134</italic></sub></italic>
      </p>
      <p id="p-1ab6ba4c60d3">
        <italic id="e-15a031a6d0fc">V<sub id="s-5a995637c58a">max = 1350 meter/ menit</sub></italic>
      </p>
      <p id="p-3937925a271b">
        <italic id="e-21d86bae70a9">V<sub id="s-5a6a873c6cc6">max = 22.5 m/s = 43.9 km/h </sub></italic>
      </p>
      <p id="p-928f3585aca3">
        <bold id="s-f2f538dd4bbe">Hasil Perancangan dan Perhitungan Sistem Pengereman</bold>
      </p>
      <p id="p-6068e9062cf9">Untuk mengetahui gaya pengereman yang dibutuhkan maka terlebih dahulu harus dicari perlambatan yang terjadi. Proses perhitungannya adalah sebagai berikut : </p>
      <p id="p-9565bb9109d3">
        <sub id="s-bf1b8c5d2db3">
          <italic id="e-9b77958063ac"> <inline-formula id="if-cb46dce182a1"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mo>-</mml:mo><mml:msubsup><mml:mo largeop="true">V</mml:mo><mml:mn>2</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mo>=</mml:mo><mml:msubsup><mml:mo largeop="true">V</mml:mo><mml:mn>0</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mo>-</mml:mo><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo>×</mml:mo><mml:mi>s</mml:mi></mml:math></inline-formula></italic>
        </sub>
      </p>
      <p id="p-e07cd155daad">
        <inline-formula id="if-fb4d1946caf4"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msubsup><mml:mi>V</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn><mml:mn>2</mml:mn></mml:msubsup><mml:mrow><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mi>s</mml:mi></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-c51655a8f93c"><inline-formula id="if-2b1fc12c2a41"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mo>(</mml:mo><mml:mn>13</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>89</mml:mn><mml:msup><mml:mo>)</mml:mo><mml:mn>2</mml:mn></mml:msup></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>2</mml:mn><mml:mo>.</mml:mo><mml:mn>20</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-5382b2456d30"><inline-formula id="if-d4c813e3fc1a"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo> </mml:mo><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mn>4</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>82</mml:mn><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mi>m</mml:mi><mml:msup><mml:mi>s</mml:mi><mml:mn>2</mml:mn></mml:msup></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-ade0e3ae1d9b">Dan waktu pengereman selama :</p>
      <p id="p-176f3e475e21">
        <inline-formula id="if-cb325b5d30fb"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>V</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:msub><mml:mi>V</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn></mml:msub><mml:mo>+</mml:mo><mml:mi>a</mml:mi><mml:mo>.</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mi>t</mml:mi></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-56dfaed437b2">
        <inline-formula id="if-978ebad8520b"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:msub><mml:mi>V</mml:mi><mml:mn>0</mml:mn></mml:msub><mml:mi>a</mml:mi></mml:mfrac></mml:math></inline-formula>
      </p>
      <p id="p-cb528acef80f"><inline-formula id="if-2a9ae7683999"> <mml:math xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML"><mml:mi>t</mml:mi><mml:mo>=</mml:mo><mml:mo> </mml:mo><mml:mfrac><mml:mrow><mml:mn>13</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>89</mml:mn></mml:mrow><mml:mrow><mml:mn>4</mml:mn><mml:mo>,</mml:mo><mml:mn>82</mml:mn></mml:mrow></mml:mfrac></mml:math></inline-formula> </p>
      <p id="p-d5f47a6592ac">t = 2,88 s</p>
      <p id="p-6438c54e76cf">
        <bold id="s-e0e66a0bee71">Hasil Pengujian Sistem Kemudi </bold>
      </p>
      <p id="p-8fe2a14f8a92">Dari hasil perancangan dan data perhitungan yang telah dilakukan diatas diperoleh hasil akhir sudut belok maksimum yang dapat dicapai kendaraan adalah 45  dengan ketentuan radius belok sekurang kurangnya 6 meter. Dengan menggunakan metode perhitungan radius putar atau sudut belok <italic id="e-165cb3074ed6">curb to curb </italic> hasil pengujian yang telah dilakukan bawasannya pada saat ban </p>
      <p id="p-681f26776803">depan kiri berada diposisi paling luar dengan penyetingan sudut belok 45  maka hasilnya adalah kendaraan dapat membelok pada radius 3 meter dengan panjang lintasan atau diameter nya adalah 6 meter. Hasil pembacaan tergantung pada busur derajat yang dipasang pada titik 90  atau 0  dari posisi roda depan lurus, sehingga hasilnya semakin kecil sudut belok maka semakin panjang radius yang dapat ditempuh.</p>
      <p id="p-c1396aad6fc6">
        <bold id="s-d21cb22d706d">Hasil Pengujian Sistem Transmisi</bold>
      </p>
      <p id="p-6ce339bf88be">Pada perhitungan sistem transmisi didapatkan hasil dari kecepatan putaran roda belakang   adalah 597,134 rpm dan hasil untuk kecepatan putaran motor listrik   diperoleh hasil 656,847 rpm dengan kecepatan roda belakang adalah 43, 8  , dan ketentuan dapat melaju pada kecepatan minimal 45  . Sehingga dari hasil perhitungan diatas maka hasil uji yang diperoleh dapat diketahui dari tabel pengujian dibawah ini :</p>
      <p id="p-c867499abfb2"/>
      <table-wrap id="tw-44dee0dd655e" orientation="portrait">
        <label>Table 1</label>
        <caption id="c-da13c4a2efdc">
          <title id="t-dba36219dce3">Hasil Pengujian Sistem Transmisi</title>
        </caption>
        <table id="t-831dd58abbdd" rules="rows">
          <colgroup>
            <col width="25"/>
            <col width="25"/>
            <col width="26.529999999999998"/>
            <col width="23.470000000000002"/>
          </colgroup>
          <thead id="ts-c91a5457d414">
            <tr id="tr-199f6ff05426">
              <th id="tc-26d3b9948c01" align="left">
                <p id="p-3ac270f59eef">No.</p>
              </th>
              <th id="tc-dd4f4e93d6aa" align="left">
                <p id="p-b993d2ffc2cf">Putaran Roda Belakang</p>
              </th>
              <th id="tc-ce328052c99e" align="left">
                <p id="p-82ba9b54328b">Putaran Motor</p>
                <p id="p-0d4976857966">Listrik(rpm)</p>
              </th>
              <th id="tc-50d5151f9b93" align="left">
                <p id="p-ff0b92428a6a">Kecepatan (km⁄h)</p>
              </th>
            </tr>
          </thead>
          <tbody id="ts-efef504ebdee">
            <tr id="tr-22cf179ea4f5">
              <td id="tc-fb5e0f25bf4b" align="left">
                <p id="p-21ccd6fe8ee3">1.</p>
              </td>
              <td id="tc-fa2eaa7ea1b1" align="left">
                <p id="p-904eca483c95">80,12</p>
              </td>
              <td id="tc-1de4e33e48c8" align="left">
                <p id="p-95e98b132a58">626</p>
              </td>
              <td id="tc-aa532fdb2e66" align="left">
                <p id="p-1233d66a2bf0">44</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-725b31b1108e">
              <td id="tc-c685fccbdf08" align="left">
                <p id="p-31ad8a5eea52">2.</p>
              </td>
              <td id="tc-e65975fc271a" align="left">
                <p id="p-0cd0143191bb">587,45</p>
              </td>
              <td id="tc-d453e4f1e783" align="left">
                <p id="p-f96e029b57ca">630</p>
              </td>
              <td id="tc-669bd36095fc" align="left">
                <p id="p-a199ddaff900">48</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-30b57af67f61">
              <td id="tc-b25c068d59dc" align="left">
                <p id="p-5a66a9e4d813">3.</p>
              </td>
              <td id="tc-a6b2e1aa5a45" align="left">
                <p id="p-25598798f307">592,23</p>
              </td>
              <td id="tc-228e4376bd72" align="left">
                <p id="p-83302093e722">652</p>
              </td>
              <td id="tc-db2632490b22" align="left">
                <p id="p-347e687234c2">55</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-d9b45e931753">
              <td id="tc-4e7493396b41" align="left">
                <p id="p-0b0e8f806ee8">4.</p>
              </td>
              <td id="tc-05117a09d0a9" align="left">
                <p id="p-fbebd858d044">599,67</p>
              </td>
              <td id="tc-336cc7fdb335" align="left">
                <p id="p-403c6a944ea2">662</p>
              </td>
              <td id="tc-af0a6b62cf7f" align="left">
                <p id="p-81b8b7908b25">65</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-54518c1e64c1">Dari data diatas maka diperoleh rata rata putaran roda belakang 589,867 rpm dan putaran motor listrik adalah 642,5 rpm sehingga dari data hasil pengujian dan data perhitungan diatas memperoleh kecepatan rata rata 53  .</p>
      <p id="p-74a4b2cc93a6">
        <bold id="s-f536e508a326">Hasil Pengujian Sistem Pengereman</bold>
      </p>
      <p id="p-c2018693b611">Pada hasil analisa perhitungan dan pengujian sistem pengereman yang telah dicapai adalah hasil dari perlambatan dengan mengetahui waktu pengereman yang terjadi pada mobil pada saat melaju pada kecepatan 50 km/jam, kecepatan tersebut diperoleh dari hasil perhitungan diatas dengan hasil waktu pengereman adalah 2,88 s dan perlambatannya adalah 4,82   sehingga hasil tersebut yang menjadi patokan dalam pengujian sistem pengereman. Dan hasil nya dapat diketahui dari beberapa pengujian yang dilakukan sebagai berikut :</p>
      <table-wrap id="tw-bdae58d1c62a" orientation="portrait">
        <label>Table 2</label>
        <caption id="c-242de69ec159">
          <title id="t-5ad75b142fcf">Hasil Pengujian Sistem Pengereman</title>
        </caption>
        <table id="t-99df16b8bbfc" rules="rows">
          <colgroup>
            <col width="13.55"/>
            <col width="25.249999999999993"/>
            <col width="24.500000000000004"/>
            <col width="36.699999999999996"/>
          </colgroup>
          <thead id="ts-6f5e46168fdf">
            <tr id="tr-7752065ff7a3">
              <th id="tc-208483593d57" align="left">
                <p id="p-0dc44f718f93">no</p>
              </th>
              <th id="tc-3ce58ea53297" align="left">
                <p id="p-66730b59b97d">Jarak (m)</p>
              </th>
              <th id="tc-1b7c9c1e5731" align="left">
                <p id="p-3e2c00dfbe78">Waktu (s)</p>
              </th>
              <th id="tc-dc401a1bec72" align="left">
                <p id="p-16f930cd31cb">Perlambatan</p>
                <p id="p-68da1222580f">(m⁄s^2 )</p>
              </th>
            </tr>
          </thead>
          <tbody id="ts-5cff866848fa">
            <tr id="tr-c11ae17b8f51">
              <td id="tc-3f87ed5d0a44" align="left">
                <p id="p-a99899818f93">1</p>
              </td>
              <td id="tc-cb0e06932a0f" align="left">
                <p id="p-b4a49a4486b3">3,20</p>
              </td>
              <td id="tc-51dc068946f2" align="left">
                <p id="p-7969ae6b3460">1,48</p>
              </td>
              <td id="tc-e2594e51ff8b" align="left">
                <p id="p-82d0f6a95fea">4,736</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-88a8a4571754">
              <td id="tc-51142d88d44f" align="left">
                <p id="p-78546529fc07">2</p>
              </td>
              <td id="tc-1921b5498e6e" align="left">
                <p id="p-eb317609e629">3,10</p>
              </td>
              <td id="tc-a646a9b95f9d" align="left">
                <p id="p-33b5103649be">1,40</p>
              </td>
              <td id="tc-4ccef5fa9c9d" align="left">
                <p id="p-3380c6c1213d">4,340</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-fa0ce4e175db">
              <td id="tc-dbfe72008b40" align="left">
                <p id="p-09e9f1970b7a">3</p>
              </td>
              <td id="tc-4e6c6f9e3f93" align="left">
                <p id="p-205d8b68c8d5">3,50</p>
              </td>
              <td id="tc-1e61f460a58d" align="left">
                <p id="p-445649ccf971">1,56</p>
              </td>
              <td id="tc-c06585041ae6" align="left">
                <p id="p-111c975e0dc7">5,460</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-55f3cbfcc413">
              <td id="tc-60390416dd5d" align="left">
                <p id="p-b6d16eba358e">4</p>
              </td>
              <td id="tc-0970db387a88" align="left">
                <p id="p-fcca9db3eb57">3,45</p>
              </td>
              <td id="tc-e388fd35daf5" align="left">
                <p id="p-339fcb64d5e3">1,48</p>
              </td>
              <td id="tc-c9131a5f2f0e" align="left">
                <p id="p-6fd8f483ad26">5,106</p>
              </td>
            </tr>
            <tr id="tr-3cd8b366872b">
              <td id="tc-ebf7b3ac9ab5" align="left">
                <p id="p-d0e8f669fcd5">5</p>
              </td>
              <td id="tc-499c55dcf80f" align="left">
                <p id="p-313f6b9d1d82">3,38</p>
              </td>
              <td id="tc-e3e2c79dde49" align="left">
                <p id="p-b451a82600ef">1,44</p>
              </td>
              <td id="tc-5e739eb308df" align="left">
                <p id="p-0f61e299c270">4,867</p>
              </td>
            </tr>
          </tbody>
        </table>
      </table-wrap>
      <p id="p-33a276d9face">Dari data diatas dapat diketahui hasil dari perlambatan yang diperoleh mobil untuk berhenti setelah melaju pada kecepatan 50 km/jam dengan rata rata tabel diatas adalah 4,901   dengan rata rata waktu pengereman adalah 1,47 s. </p>
      <p id="p-4867f05a48e6"><bold id="s-c013494f6fc6">Analisa Hasil Perhitungan dan Pengujian Sistem Kemudi</bold> </p>
      <p id="p-bc351304dab6">Sistem kemudi yang dirancang dan di buat pada Mobil Listrik Tipe <italic id="e-58192e92c300">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 pada hasil perhitungan sistematis nya memiliki sudut belok maksimum yang dicapai kendaraan adalah 45  dengan radius belok sekurang kurangnya 6 meter, hasil tersebut diuji di lapangan dengan metode <italic id="e-7b72f24c76ee">curb the curb </italic> Mobil Listrik Tipe <italic id="e-cc9d988b8058">UrbanConcept</italic> Warok V.1.1 dilakukan pada saat ban depan kiri berada diposisi paling luar dengan sudut belok 45  dapat membelok pada radius belok sepanjang 3 meter, sehingga kesimpulan dari sistem kemudi ini dalam perhitungan, perancangan, dan pengujian nya memenuhi hasil atau tidak menyimpang dari hasil perhitungan yang ditentukan sebagai landasan pada regulasi KMHE 2019.  </p>
      <p id="p-c42565d4c17b">
        <bold id="s-d7bec9006b64">Analisa Hasil Perhitungan dan Pengujian Transmisi</bold>
      </p>
      <p id="p-e14e501098d2">Sistem Transmisi yang digunakan untuk Mobil Listrik Tipe <italic id="e-fa646179aa1f">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 dengan menggunakan perbandingan roda gigi ring gear dan roda gigi motor listrik (40 : 36) perhitungan sistem transmisi yang diperoleh yakni kecepatan putaran mesin roda belakang   adalah 597,134 rpm dan kecepatan putaran motor listrik  ) adalah 656,847 rpm dengan kecepatan putaran roda belakang 43, 8 km/jam, maka pada hasil pengujian sistem transmisi didapatkan hasil pada  dan  ) dengan hasil rata-rata  ) putaran roda belakang 589,867 rpm dan putaran motor listrik adalah 642,5 rpm sehingga dari data hasil pengujian dan data perhitungan diatas memperoleh kecepatan rata rata 53  . Sehingga kesimpulan dari hasil pengujian sistem transmisi ini adalah bahwa sistem tersebut sesuai atau <bold id="s-f35a3e29b195"/></p>
      <p id="p-0df8922ebcf7">mendekati pada hasil perhitungan yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan regulasi sistem transmisi pada KMHE 2019 atau dengan kata lain bahwa sistem transmisi yang dipakai dan dirancang dapat menyesuaikan dan dapat mengikuti Kontes Mobil Hemat Energi dan dapat mencapai kecepatan yang sesuai dengan ketentuan yaitu minimal mencapai kecepatan 45 km/jam</p>
      <p id="p-a80357d503fa">
        <bold id="s-22f6038b0a9b">Analisa Hasil Perhitungan dan Pengujian Sistem Pengereman</bold>
      </p>
      <p id="p-30064be3bb4d">Sistem Pengereman yang dibuat dan dirancang serta diujikan kelayakannya pada Mobil Listrik Tipe <italic id="e-9c18fa008cca">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 dibuat dengan sistem pengereman hidrolis yang diharapkan pada perhitungan yang telah dilakukan dapat sesuai dengan pengujian dilapangan sehingga sistem pengereman ini dsapast dinyatakan layak dan mampu untuk menghentikan kendaraan dengan berbagai kondisi jalan, perhitungan yang difokuskan untuk memperoleh waktu pengereman dan perlambatan ini memperoleh hasil untuk waktu pengereman adalah 2,88 s dengan perlambatan 4,82  dengan kecepatan kendaraan mampu mencapai 50 km/jam, setelah melakukan beberapa kali pengujian dilapangan kendaraan berjalan dengan kecepatan 50 km/jam pada jarak tertentu kendaraan yang melakukan pengereman dapat diketahui hasil rata-rata pada pengujian ini adalah untuk waktu pengereman yang diperoleh mobil adalah 1,47 s dengan perlambatan yang didapat kendaraan untuk menghentikan kendraan adalah 4,901  . Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa sistem pengereman hidrolis yang dirancang untuk dapat menghentikan mobil dapa hasil perhitungan dan hasil pengujian dilapangan sistem tersebut sesuai karena pada kenyataan nya Mobil Listrik Tipe <italic id="e-424cc75fa63f">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 mampu berhenti pada waktu yang lebih singkat dengan perlambatan yang tidak memakan waktu untuk dapat dikatakan Mobil Listrik Tipe <italic id="e-33c4bf07b9dd">Urban Concept </italic> Warok V.1. benar benar berhenti. Pada hasil ini proses perhitungan, perancangan dan pengujian mengacu pada landasan regulasi KMHE 2019 sehingga mobil Mobil Listrik Tipe <italic id="e-d9918ba37c36">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 mampu berhenti pada berbagai kondisi.</p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-ae6b05379d13">Kesimpulan</title>
      <p id="p-0cc4f27dda8e"> Berdasarkan hasil perhitungan diatas dan hasil pengujian dilapangan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :</p>
      <p id="p-59097ab01dac">Dari hasil perhitungan dan pengujian sistem kemudi, transmisi, dan sistem pengereman pada Mobil Listrik Tipe <italic id="e-8f6aa3d9895e">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 dapat disimpulkan keseluruhan bahwa ketiga sistem tersebut sangat mampu dan sesuai dengan judul penelitian yang saya ambil yaitu Analisis Uji Performasi Sistem Kemudi, Transmisi, dan Sistem Pengereman pada Mobil Listrik Tipe <italic id="e-e211e8027e37">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 bawasannya pada perancangan Sistem Kemudi, Transmisi dan Sistem Pengereman sudah sesuai dengan ketentuan Regulasi pada Kontes Mobil Hemat Energi 2019 baik sistem kemudi dapat melakukan <italic id="e-3147ea37cadb">maneuver </italic> pada sudut belok tertentu, sistem transmisi yang mampu melaju pada kecepatan yang telah ditentukan dan sistem pengereman yang sangat baik untuk dapat mengehentikan kendaraan. Kesimpulan akhirnya bahwa perhitungan dan pengujian pada Mobil Listrik Tipe <italic id="e-88a333668c97">Urban Concept </italic> Warok V.1.1 sesuai. </p>
    </sec>
    <sec>
      <title id="t-94e9b6791e79">Saran </title>
      <p id="p-3f0862782462">Adapun saran yang yang diajukan penulis dari penelitian yang telah dilakukan sebagai berikut :</p>
      <list list-type="order">
        <list-item id="li-9cefd7e3281c">
          <p>Kepada para peneliti yang akan melakukan penelitian yang sejenis disarankan untuk meneliti dengan melakukan pendekatan lain untuk memperoleh hasil yang lebih baik.</p>
        </list-item>
        <list-item id="li-ebbbcd76f5ae">
          <p>Penelitian ini tentu saja dilakukan pada Mobil Listrik Tipe Urban Concept Warok V.1.1 yang bertempat di Universitas Muhammadyah Ponorogo yang diharapkan setelah melakukan penelitian ini mobil ini dapat dikembangkan, mampu berkompetisi dan dapat mencapai prestasi tertinggi baik ditinggal Nasional maupun di tingkat Internasional sehingga membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Ponorogo melalui Mobil Listrik Tipe Urban Concept Warok V.1.1.<xref id="x-33f5c3763663" rid="" ref-type="bibr">14</xref> </p>
        </list-item>
      </list>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ref-list>
      <title>References</title>
      <ref id="R97243921124787">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname/>
              <given-names>M A H</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Uji Kemampuan Rancangan Sistem Kemudi, Transmisi, dan Pengereman pada Mobil Listrik Prototype "Ababil</article-title>
          <source>The 7th University Research Colloquium</source>
          <year>2018</year>
          <fpage>118</fpage>
          <lpage>127</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921124794">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Noviyanti</surname>
              <given-names>A Y Y D E D</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Struktur dan morfologi elektrolif apatit lantanum silikat berbahan dasar silika sekam padi</article-title>
          <source>Jurnal material dan energi Indonesia</source>
          <year>2016</year>
          <volume>6</volume>
          <fpage>1</fpage>
          <lpage>6</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144557">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Rasyid</surname>
              <given-names>K</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Naim</surname>
              <given-names>M D</given-names>
            </name>
            <name>
              <given-names>Y</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Saputra</surname>
              <given-names>Y Dewa</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Laporan Desain dan Progres Pembuatan Kendaraan Kontes Mobil Hemat Energi</source>
          <publisher-loc>Indonesia</publisher-loc>
          <year>2019</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144561">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Hendra Kurniawan</surname>
              <given-names>F E S E J</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Perancangan sistem Kemudi "Rack and Pinion" Mobil Hemat Energi Shell Eco Marathon Asia 2018 EMISIA Borneo 01</article-title>
          <source>Suara Teknik : Jurnal Ilmiah</source>
          <year>2018</year>
          <fpage>58</fpage>
          <lpage>63</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144764">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Singh</surname>
              <given-names>A K R C R S</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Study of 4 Wheel Steering Systems to Reduce Turning Radius and Increase Stability</article-title>
          <source>International Conference of Advance Research and Innovation (ICARI)</source>
          <year>2014</year>
          <fpage>96</fpage>
          <lpage>102</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144766">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Bambang</surname>
              <given-names>Y S</given-names>
            </name>
            <name>
              <surname>Setyono</surname>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Rancang Bangun Sistem Transmisi, Kemudi, dan Pengereman Mobil Listrik</article-title>
          <source>Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III 2015</source>
          <year>2015</year>
          <fpage>89</fpage>
          <lpage>95</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144772">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mamahit</surname>
              <given-names>J D</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Perancangan sistem kemudi gokar listrik</source>
          <year>2016</year>
          <volume>5</volume>
          <fpage>22</fpage>
          <lpage>33</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144773">
        <element-citation publication-type="misc">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Mamahit</surname>
              <given-names>J D</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Perancangan sistem kemudi gokar listrik</source>
          <year>2016</year>
          <volume>5</volume>
          <fpage>22</fpage>
          <lpage>33</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144785">
        <element-citation publication-type="book">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Fajar</surname>
              <given-names>I</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <source>Analisa Sistem Kemudi Mobil Listrik Brajawahana ITS Terhadap Kondisi Ackerman</source>
          <publisher-loc>Surabaya</publisher-loc>
          <year>2015</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144858">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Sularso</surname>
              <given-names>K</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Dasar Perencanaan dan pemilihan elemen Mesin</article-title>
          <source>Jakarta</source>
          <year>1997</year>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144876">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Prasetyo</surname>
              <given-names>D B A P</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Rancang bangun sistem transmisi sprocket chain pada mobil listrik GARNESA</article-title>
          <source>JRM</source>
          <year>2013</year>
          <fpage>63</fpage>
          <lpage>74</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144878">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Khan</surname>
              <given-names>I V D V A</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Automotive Transmision System Design Based on Reliability Parameters</article-title>
          <source>Journal of Realiability and statistical Studies</source>
          <year>2012</year>
          <fpage>59</fpage>
          <lpage>76</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
      <ref id="R97243921144889">
        <element-citation publication-type="journal">
          <person-group person-group-type="author">
            <name>
              <surname>Cahyo</surname>
              <given-names>P</given-names>
            </name>
            <collab/>
          </person-group>
          <article-title>Perancangan sistem hidrolis pada mobil listrik GARNESA</article-title>
          <source>JRM</source>
          <year>2013</year>
          <volume>1</volume>
          <issue>1</issue>
          <fpage>54</fpage>
          <lpage>56</lpage>
        </element-citation>
      </ref>
    </ref-list>
  </back>
</article>
